Selasa, 24 Desember 2013

Pengantar Perencanaan Strategis


Perencanaan Strategis adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan kejelasan arah dan tujuan suatu organisasi. Dalam perencanaan tersebut dilakukan analisis masalah, identifikasi potensi pemecahan masalah, dan menyusun program/proyek dan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan strategis fokus pada pengembangan suatu visi yang luas dan strategistrategi spesifik berdasarkan analisis komprehensif terhadap keadaan/situasi (meliputi kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan) serta lingkungan (termasuk peluang-peluang dan kecendrungan-kecendungan atau “trends”) dan mengembangkan aksi/kegiatan yang memiliki dampak terhadap organisasi.
Perencanaan strategis berangkat dari visi, misi dan nilai-nilai yang menjadi dasar organisasi untuk berkembang merespon perubahan di masa datang. Analisis yang mengkaitkan antara visi, misi, serta perkembangan lingkungan eksternal berupa peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan yang merupakan lingkugan internal akan membawa suatu organisasi menemukan dan/atau menentukan arah menuju yang paling strategis.

Sepuluh kunci untuk suksesnya perencanaan strategis untuk organisasi nir-laba (non-profit).
1.              Suatu pegangan komprehensif dan jelas dari tantangan-tantangan dan peluang-peluang eksternal.
2.              Suatu penilaian komprehensif dan realistis dari kekuatan-kekuatan dan keterbatasan-keterbatasan organisasi
3.             Suatu pendekatan inklusif atau bersifat menerima.
4.             Suatu pemberdayaan komite perencanaan.
5.             Keterlibatan dari kepemimpinan organisasi
6.             Mempertajam tanggung jawab oleh anggota-anggota pimpinan dan staf.
7.             Belajar dari peraktek yang terbaik (Learning from best practices )
8.             Jelas prioritas-prioritasnya dan rencana pelaksanaannya.
9.             Komitmen untuk berubah.

Ada delapan manfaat kenapa Rencana Strategis dibuat.
Karena banyak manfaat tersebut adalah :
1.               Memungkinkan membuat rencana untuk perubahan sebagai respon terhadap makin kompleksnya lingkungan.
Misalnya, sebagai akibat terjadi perubahaan dinamis lingkungan dan masyarakat, maka tuntutan pelayanan dan/atau kebutuhan makin meningkat, sementara itu sumberdaya semakin menurun. Rencana Strategis mengantisipasi dan/atau proaktif terhadap perubahan dan kecendrungan, serta tuntutan kebutuhan.
2.             Rencana Strategi sebagai alat penting manajerial suatu organisasi. Setiap tahun organisasi dituntut mencapai tujuan dan menyempurnakan hasil (outcome) yang dicapai. Dalam banyak hal untuk mendapatkan dana/anggaran tergantung pada perbaikan hasil. Dengan kata lain, setiap organisasi harus fokus, bagaimana bekerja efisien dan efektif. Rencana Strategis memungkin organisasi mengembang suatu system yang secara kontinyu melalukan perbaikan pada semua level manajemen.
3.             Identifikasi kapasitas organisasi.
Ketika orang berpikir tentang perencanaan strategis, mereka cendrung berpikir bahwa kegiatan semata-mata berorientasi ke masa depan. Namun, Perencanaan Strategis juga berguna untuk identifikasi keadaan sekarang. Membuat rencana membutuhkan banyak waktu untuk berpikir menilai dalam situasi mana organisasi sekarang ini. Dalam proses itu akan diperoleh wawasan yang lebih luas, bagaimana bekerja secara benar, danmenilai apa kekuatan dan kelemahan organisasi.
4.             Memfokuskan organisasi pada masa depan.
Perencanaan Strategis dapat juga menolong menentukan arah terbaik untuk masa depan organisasi. Perencanaan Strategis melibatkan usaha disiplin membantu mempertajam dan memandu menentukan bagaimana keadaan organisasi, apa dan kenapa dikerjakan. Perencanaan Strategis membantu mendapatkan informasi dalam skala besar, eksplor alternatif-alternatif, dan menghadapi implikasi-implikasi masa depan dengan keputusan sekarang.
5.             Perencaan Strategis promosi komunikasi.
Perencanaan strategis membuat orang-orang yang miliki tujuan yang sama berkumpul,: merencanakan masa depan organisasi. Adalah suatu pengambilan keputusan yang sulit dengan orang-orang yang berbeda dan memiliki visi yang berbeda terhadap masa depan. Perencanaan strategis memfasilitasi dan partisipasi serta komunikasi yang lebih baik, mengakomodasi tata nilai dan keinginan yang berbeda, dan mencari pengambilan keputusan secara bertahap.
6.             Memudahkan penerimaan (adaptable).
Walaupun perencanaan strategis memerlukan pendekatan jangka panjang, tetapi juga menggunakan metode untuk menentukan kemajuan dan akses kebenaran rencana (validity) serta mempertahankan fleksibilitas rencana. Rencana dapat dikaji kembali atau disesuaikan dan/atau respon terhadap perubahan-perubahan keadaan dan mengambil keuntungan dari timbulnya peluang-peluang. Rencana strategis mengatur target kinerja, cara-cara kerjasama mengecek kemajuan, membantu membuat prioritas-prioritas, dan menyediakan pedoman untuk kegiatan yang sedang berlangsung, rencana modal dan penganggaran.
7.              Penting untuk mendukung klien.
Perencanaan Strategis menentukan hal-hal yang diperlukan organisasi untuk memenuhi harapan-harapan orang-orang penerima manfaat. Proses perencanaan strategis memungkinkan anda melakukan identifikasi klien dan para pemangku kepentingan (stakeholder) dan terhadap kebutuhan-kebutuhan dan harapan-harapan mereka.
8.             Penting untuk dukungan dana.  Banyak sumber-sumber pendanaan secara kuat mendukung perencanaan strategis untuk mendapatkan kucuran dana secara kontinyu yang meliputi sumber-sumber dana dari pemerintah dan bantuan dari Lembaga Bantuan International . Banyak organisasi publik dan Negara Donor (Lembaga Bantuan International) mensyaratkan adanya perencanaan strategis sebagai bagian dari aplikasi permintaan dana atau bantuan hiba (grant).
Apa yang dimaksud dengan Proses Perencanaan Strategis?
    Untuk menyusun atau membuat rencana strategis, anda perlu akan melakukan suatu proses yang terdiri dari serangkaian tahap-tahap kegiatan dimana rangkaian tersebut dinamakan proses perencanaan strategis. Tetapi pada prinsipnya ada tahap yang tidak boleh tidak ada dalam proses perencanaan strategis, yaitu: tahap identifikasi isu-isu penting melalui analisis masalah; penentuan tujuan dan saran; perumusan visi, misi, program, dan strategi.
Beberapa Pertanyaan ;
1.              Apa visi dan misi kita ?
2.              Apa tujuan dan sasaran kita?
3.             Bagaimana cara kita untuk mencapai tujuan ?
4.             Apa kapasitas yang kita miliki/apa yang dapat kita kerjakan?
5.             Persoalan-persoalan apa yang kita mau selesaikan?
6.             Isu-isu kritis mana saja yang kita harus respon?
          7.      Apa strategi kita untuk menyelesaikan persoalan dan isu kritis? 

by@mardiadi

Rabu, 27 November 2013

Kenakalan Anak?


Nakal artinya suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu dsb, terutama bagi anak-anak). Juga berarti buruk kelakuan. Kenakalan adalah kata sifat dari nakal atau perbuatan nakal. Bisa juga berarti tingkah laku secara ringan yang menyalahi norma yang berlaku di masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, 2003, hlm. 772)
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.
Baiklah sebelum membahas lebih jauh tentang kenakalan remaja kita harus tahu definisinya terlebih dahulu
  • Menurut Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang". 
  • Menurut Santrock 
"Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.
Ada beberapa jenis kenakalan remaja diantaranya:
  • Penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang)
  • Seks bebas (Free sex)
  • Tawuran antara pelajar
Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 
Faktor internal:
  1. Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya.Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. 
  1. Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:
  1. Keluarga
    Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja:
  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua, demi memperjuangkan dan membangun generasi yang kuat dan berkualitas sesuai dengan harapan kita bersama.
By:@babehmar